Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juli 2017

Mitos Logo BMW

BMW
BMW berusaha meningkatkan penjualan menjadi 3 juta unit per tahun (foto: Reuters).
Liputan6.com, Jakarta BMW adalah salah satu pabrikan yang paling populer di dunia. Sebagaimana pabrikan pada umumnya, logo perusahaan punya filosofi tersendiri.

Merek BMW, sebagaimana kita tahu, punya emblem yang melingkar dengan bagian tengah terbagi dalam empat potong yang masing-masing berwarna biru dan putih.

Ada beberapa interpretasi soal logo ini. Satu interpretasi sebenarnya hanya sebatas mitos, dan sudah diragukan kebenarannya.


Cerita tidak benar ini mengatakan kalau warna biru dan putih terinspirasi dari baling-baling pesawat yang sedang berputar di langit. BMW awalnya memang bergerak di bidang pesawat terbang, terutama saat Perang Dunia I berlangsung.

Diceritakan dalam jurnal BMW Werkzeitschrift yang terbit pada 1942, disebutkan kalau logo ini terpikirkan oleh insinyur BMW. Dikatakan, insinyur itu melihat efek yang sangat bagus dari pesawat yang sedang berputar.

Dari sana, ia berimajinasi kalau di atas baling-baling itu ada tulisan "BMW". Dari sana cerita bermula, yang meski telah terbukti tidak benar, masih banyak dipercaya.

Bantahan datang dari sejarawan otomotif dari BMW Group, Kai Jacobsen.

"Orang berpikir bahwa logo BMW didasarkan pada baling-baling pesawat. Asal penafsiran ini adalah sampul majalah pesawat BMW. Gambar itu diambil pada 1929, bertahun setelah logo pertama muncul," ujarnya dalam wawancara yang diunggah ke Youtube.

Lantas, apa sesungguhnya makna logo ini? Laman BMW Drives mengatakan kalau warna biru-putih berasal dari Bendera Bavaria, kerajaan yang berdiri pada 1906 hingga 1918, atau sebelum negara Jerman modern muncul.

Dengan memilih warna biru-putih, maka BMW sudah mencerminkan identitas mereka sebagai mobil yang berasal dari Jerman.

Sumber liputan6

Sosok Sedan Mewah BMW ini Paling Baru dan Termewah

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan mobil asal Jerman, BMW, akhirnya mengungkapkan mobil terbarunya, BMW 8 Series Concept. Meski sekedar purwarupa, namun desain mobil ini diklaim lebih mewah, lebih modern, lebih besar, lebih stylish, lebih lega dari keluarga BMW lainnya.

Dilansir Autoblog, Sabtu (27/5/2017), BMW 8 Serie Concept rencananya akan masuk tahap produksi pada 2018 mendatang. Kehadiran mobil ini juga diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi BMW.

Menurut Senior Vice President of BMW Group Desain Adrian Van Hooydonk, mobil ini akan menjadi mesin penggerak BMW di kelas atas.

“Ini adalah mobil sport mewah, yang mewujudkan dinamika dan kemewahan modern yang tidak ada duanya. Bagi saya, ini adalah murni potongan yang menjadi daya tarik dari otomotif," ungkap Andrian.




Jika dilihat secara seksama, BMW 8 Series Concept mengusung sedan coupe sport dengan wujud yang tampil kekar dan elegan. Hal ini juga terlihat dari garis-garis mobil yang tegas, sehingga terlihat berotot.

Tampang depan sedan ini juga sangat agresif. Bagian wajah hadir splitter, yang dibuat dengan bahan serat karbon.

Menengok bagian samping, mobil ini juga terlihat menawan dan garang, berkat garis siluet yang dipadukan dengan kaki-kaki menggunakan pelek alloy berukuran 21 inci.

Tampak belakang tak kalah menawan. Pada bagian lampu belakang tetap memberikan isyarat khas BMW berupa penggunaan lampu LED berbentuk huruf L.

Selain itu, saluran pembuangan juga telah menggunakan knalpot kembar berbentuk trapezoidal.

Masuk ke dalam kabin, area kokpit terasa simple, namun tetap sedap dipandang mata, dengan balutan kulit abu-abu yang dikombinasikan warna putih di sejumlah bagian.

Kesan sporty memang cukup mendominasi, termasuk pada desain palang kemudi.

Tidak disebutkan bagaimana jeroan mesin mobil BMW tersebut. Namun demikian, mobil ini digadang-gadang akan dibenamkan mesin V12 twin-turbo berkapasitas 6,6 liter.

sumber :liputan6

Mercedes Benz : Ramai-Ramai Bermain Mobil Listrik..

Mercedes-benz Siap Produksi Mobil Listrik (Foto:Motor1)
Liputan6.com, Jakarta - Dengan semakin tingginya polusi udara, keberadaan mobil listrik diprediksi akan berkembang dengan pesat, baik secara global maupun di pasar berkembang seperti India, Thailand, dan Indonesia.

Tidak hanya merek mobil konvensional seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi yang siap menghadirkan mobil listrik dan juga plug-in hybrid, bahkan pabrikan mobil mewah juga setali tiga uang.

Melansir Economictimes, Rabu (5/7/2017), beberapa merek mobil mewah yang siap bermain di pasar mobil listrik di India adalah Volvo Cars. Kabarnya, pabrikan asal Swedia ini berencana untuk meluncurkan mobil listrik globalnya pada 2019 mendatang.

Tidak seperti BMW, Audi, atau Mercedes-Benz yang bertaruh dengan mobil hibrida, Volvo akan menghadirkan mobil listrik penuh.

Namun, bukan berarti pasar India tidak ada hambatan untuk memasarkan mobil listrik. Kendala terbesar sama seperti di negara berkembang lainnya, misalnya Indonesia, yaitu belum adanya infrastruktur pengisian baterai.

"Kami memiliki ambisi untuk satu juta unit mobil listrik di jalan-jalan seluruh dunia pada 2025. Mobil listrik Volvo akan diumumkan pada 2019 dan diharapkan meluncur pada 2020 di India," ujar Tom von Bonsdorff, MD, Volvo Auto India.

Namun, sebelum meluncurkan mobil listriknya, Volvo juga berencana menghadirkan mobil hybrid. "Kami melihat plug-in hybrid sebagai jembatan antara penawaran saat ini dan mobil listrik masa depan. Kami akan terus meluncurkan varian plug-in hibrida kami," tambahnya.



Via liputan6

Demi Rakit Truk di Bogor, Mercedes-Benz Rogoh Ratusan Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya jenis kendaraan penumpang, Indonesia juga menjadi pasar yang menggiurkan bagi kendaraan komersil, tidak terkecuali truk. Bahkan, Daimler selaku induk perusahaan merek Mercedes-Benz menyadari besarnya potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal ini pun disampaikan langsung Director of Network, Product and Retail Trucks Indonesia Maximilian Knorr saat acara halal bihalal 'Axor: Tough and Reliable' di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Ia menyebut, Mercedes-Benz melalui PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia selaku distributor resmi Mercedes-Benz akan melakukan investasi jutaan dolar AS di Tanah Air.

"Di saat perusahaan lain beramai-ramai menarik investasi dari Indonesia, Daimler memutuskan untuk berinvestasi lebih dari US$ 20 juta (Rp 263 miliar) di Industri kendaraan komersil," kata Maximillian dihadapan para pewarta.

Maximillian mengatakan, pertimbangan Daimler untuk menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia tak lepas dari adanya perbaikan infrastruktur dan investasi yang dikembangkan pemerintah maupun swasta.

Dengan alasan tersebut, lanjut Maximillian, Daimler melakukan perakitan truk Axor pada Agustus 2017 mendatang di pabriknya yang berlokasi di Wanaherang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

via liputan6

Induk Mercedes-Benz Dituduh Jual Mobil Pelanggar Emisi..

Liputan6.com, Stuttgart - Surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, melaporkan bahwa Daimler AG, perusahaan induk merek mobil seperti Mercedes-Benz dan Smart, telah menjual lebih dari satu juta unit mobil dengan emisi yang tidak sesuai standar di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Melansir Automotive News, Jumat (14/7/2017), laporan ini didasarkan pada kutipan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh pengadilan Stuttgart. Disebutkan bahwa surat perintah itu kemudian dieksekusi pada 23 Mei lalu.

Menurut dokumen tersebut, lebih dari satu juta mobil dengan emisi berlebih, termasuk berbagai model mewah Mercedes-Benz, dijual di Eropa dan AS antara tahun 2008 sampai 2016. Mobil yang dimaksud didukung oleh mesin dengan kode OM 642 and OM 651.

Begini Cara yang Benar Kalau Mau Poles Mobil Sendiri
Menanggapi tuduhan ini, juru bicara Daimler mengatakan bahwa itu adalah laporan yang spekulatif. Namun mereka mengatakan akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang.

Juru bicara kejaksaan menolak untuk berkomentar. Sementara Kementerian Transportasi Jerman dikatakan tidak bisa dihubungi.

Jika kasus ini terbukti benar, maka ada risiko bahwa kendaraan yang terkena dampak akan dilarang beroperasi. Sanksi ini juga tertera pada surat penggeledahan. Dengan begitu, mungkin juga Daimler akan melakukan penarikan (recall) yang menelan biaya tidak sedikit.

Untuk diketahui, pabrikan mobil di seluruh dunia, setidaknya di negara maju, memang menghadapi pengawasan yang semakin ketat terkait dengan emisi dari otoritas terkait pasca Volkswagen (VW) terbukti melakukan kecurangan pada September dua tahun lalu.

Mereka menginstal perangkat lunak "penipu" yang dapat memanipulasi hasil uji emisi. Dengan alat rahasia ini, hasil tes akan menunjukkan emisi yang keluar dari mobil yang diuji jauh lebih rendah ketimbang kondisi yang sebenarnya.

via liputan6

Minggu, 16 Juli 2017

Mercedes-Benz jadi mobil pertama di Indonesia

Bandung - Dalam sejarah tercatat Indonesia memiliki mobil pertama kali tahun 1894. Mobil itu dimiliki oleh Pakubuwono X.

Dalam catatan Mercedes-Benz Club Indonesia, Indonesia bahkan merupakan negara yang lebih dulu mendapatkan mobil ketimbang Belanda. Negara itu baru memiliki mobil pertama di Den Haag tahun 1896.

Nah mobil pertama di Indonesia itu kini hilang rimbanya setelah dipinjamkan ke Belanda pada tahun 1924.

Terakhir kali mobil ini terlihat di pelabuhan Semarang saat akan dikapalkan ke Belanda untuk mengikuti pameran mobil di sana.

"Sebuah kebanggan bagi kita sebagai pemilik Mercedes-Benz, karena mobil pertama yang ada di tanah indonesia adalah Mercy. Tipenya adalah Benz Phaeton, first car in Indonesia milik Sri Susuhunan Pakubuwono X," ujar Menpora Roy Suryo saat ditemui di sela-sela Jambore Nasional Mercedes-Benz Club Indonesia di Kota Baru Parahyangan, Bandung.

Ketika datang ke Indonesia, saat itu jumlah Mercy di Indonesia jauh lebih banyak dibanding Belanda dan Jerman. "Jadi kita pernah jadi negara dengan jumlah kendaraan yang lebih banyak dari negara asalnya," imbuhnya.

Mobil itu menggunakan mesin 2 liter, 1 silinder dengan tenaga mencapai 5 daya kuda. Jadi dimana mobil itu kini berada?


Sumber : detik
Image : detik

Kunci Ruang Gerak Pencuri, Jangan Matikan Sensor Getar Alarm

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang lebaran, kasus pencurian kendaraan baik sepeda motor atau mobil semakin merajalela. Bahkan, untuk membawa kabur mobil para pencuri ini tidak membutuhkan waktu sampai 10 menit, apalagi motor yang tidak lebih dari 5 menit.

Untuk mencegah kasus pencurian ini, maka sebaiknya kendaraan dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni. Tidak cukup hanya satu alarm, perlu kunci setir ganda, gps tracker, atau anti starter.

"Namanya pencuri, pasti ada aja caranya, dan lebih pinter. Tapi, setidaknya kita persempit ruang gerak para maling tersebut," ujar Aat dari JavaMotor, spesialis alarm, saat berbincang dengan Liputan6.com, belum lama ini.

Lanjut Aat, banyak pemilik mobil yang mematikan sensor getar pada alarm mobilnya. Padahal, fitur ini cukup penting, karena ketika mobil dibobol lewat kaca jendela, jika tidak ada sensor getar maka alarm tidak akan berbunyi.

"Memang, kalau tidak dimatikan dan karena ada getaran sedikit alarm pasti berbunyi, apalagi mengganggu tetangga sekitar. Tapi mau pilih mana, terganggu atau mobil aman?" jelasnya.

Sebenarnya, sensor getar alarm ini tidak harus dimatikan. Pasalnya, tingkat sensitivitasnya masih bisa diatur hingga tingkat sangat minimal. "Kalau alarm belum ada sensor getarnya, lebih baik diganti. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 600 ribu," pungkasnya.

via liputan6 com